Pemerintah mengapresiasi Uni Eropa (UE) melalui program bantuan teknis ARISE+ Indonesia, yang berhasil mendukung peningkatan sektor perdagangan dan investasi hingga di tingkat internasional. ARISE+Indonesia merupakan bantuan teknis Dukungan Integrasi Regional ASEAN oleh UE Plus Indonesia atau Bantuan Terkait Perdagangan (ARISE+ Indonesia).
“Program ini telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kebijakan perdagangan komprehensif, yang selaras dengan standar internasional dan praktik terbaik. Perencanaan kebijakan strategis berbasis telah meletakkan dasar kuat untuk kegiatan perdagangan dan investasi kita di masa depan, memastikan mereka dipandu oleh visi dan tujuan yang jelas,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa saat menghadiri “Diseminasi Program ARISE+ Indonesia di Jakarta, Rabu (17/5/2023).
“Program ini telah mendukung langkah-langkah fasilitasi imigrasi perdagangan seperti modernisasi bea cukai, sistem manajemen risiko, dan harmonisasi prosedur perdagangan,” ujarnya.
Lebih lanjut Suharso mengatakan, ARISE+ Indonesia mendukung Indonesia memperkuat infrastruktur kualitas ekspor dan memastikan produk Indonesia memenuhi standar serta regulasi internasional. Serta, program tersebut telah mendukung pengembangan dan peningkatan sistem penjaminan mutu dan proses sertifikasi laboratorium penguji.
“Fokus pada infrastruktur kualitas ekspor berperan penting dalam mendorong daya saing perdagangan, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai dan pengakuan ekspor Indonesia. Ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas dan reputasi kami sebagai mitra dagang yang andal, tetapi juga membuka jalan baru untuk kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara lain,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Uni Eropa di Jakarta, Vincent Piket mengungkapkan, pihaknya puas dengan pencapaian ARISE+ Indonesia tahap pertama. Vincent menjelaskan, melalui program ini UE mengharapkan terciptanya iklim investasi dan perdagangan yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kami juga bekerja sama dengan pemerintah untuk percontohan dan mencoba menentukan dimana tempat terbaik untuk berinvestasi dalam hal perdagangan. Soal dimana untuk berfokus, dimana untuk pengembangan, melalui perdagangan dan investasi dan kebijakan pendukung untuk itu. Serta, secara khusus bertujuan untuk sebuah keberlanjutan,” kata dia.
Secara khusus Vincent mengatakan tahap kedua akan difokuskan pada upaya mempromosikan kesadaran, diantara eksportir Indonesia untuk memenuhi persyaratan ekspor di wilayah Eropa. “Secara khusus dalam mempromosikan kesadaran diantara eksportir Indonesia atau perusahaan secara umum pada pasar Uni Eropa untuk memenuhi persyaratan,” ucapnya.
“Yaitu mengenai bagaimana melakukan ekspor ke kami agar kami bisa membantu dalam penyiapan untuk tercapainya kesepakatan CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif, red),” ujarnya menambahkan.
Pimpinan Tim ARISE+ Indonesia, Marc Kwaipun, ditemui di sela-sela “Diseminasi Program ARISE+ Indonesia” di Jakarta, Rabu (17/5/2023) (Foto: RI/RRetnoMandasari)
Pimpinan Tim ARISE+ Indonesia, Marc Kwaipun mengungkapkan, sejak diluncurkan 4,5 tahun lalu selain pemerintah, program ini turut menyasar sektor swasta. Yaitu yang diwakilkan pada kelompok UMKM dan petani.
“Jadi, yang terutama di kelompok Indikasi Geografis (GI) yang memproduksi seperti rempah-rempah, kopi, biji kakao, itu adalah kelompok sasaran utama kami. Jadi, dengan bekerja dengan sekitar 20 asosiasi, mereka mewakili lebih dari 100.000 petani,” katanya.
“Jika Anda melihat selama empat tahun, itu (20 asosiasi) tidak banyak, tetapi jika Anda melihat berapa banyak petani yang dapat memperoleh pendapatan lebih besar. Karena, mereka memiliki praktik yang lebih baik, mereka tahu cara mengakses pasar, produk mereka dipromosikan,” ujarnya menambahkan.
ARISE+ Indonesia menyasar empat area prioritas yaitu kebijakan perdagangan dan investasi, fasilitasi perdagangan dan pemulihan perdagangan, infrastruktur kualitas ekspor, serta indikasi geografis. Secara keseluruhan anggaran dalam program ini sebesar USD15 juta untuk dua tahap dan tahap kedua yang telah dimulai pada 2021 ditargetkan rampung pada 1 Februari 2024.
Source : rri.co.id