News Coverage

Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan rempah-rempah. Tak heran keunggulan tersebut berpengaruh besar terhadap kulinernya. Sebagian besar hidangan khas Nusantara kaya akan cita rasanya. Semuanya terjadi berkat aneka rempahn yang tersedia di Indonesia. Kekayaan rempah Indonesia tak lepas dari sejarah. Zaman penjajahan Belanda memberikan pengaruh besar terhadap budaya serta kuliner di seluruh penjuru wilayah di Indonesia.

Indonesia adalah negara yang kaya akan produk-produk potensi Indikasi Geografis (IG) berupa sumber daya alam. Kekayaan ini dapat dijadikan aset dan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian negara. Oleh sebab itu, pelindungan terhadap produk tersebut merupakan landasan penting dalam keberlangsungan mekanisme pasar.

Indonesia’s Geographical Indication Show (IGIS) 2022 diluncurkan. IG diyakini akan menjadi pintu masuk bagi produk pertanian pangan asli Indonesia dan berpeluang membangun reputasi kuliner Indonesia sekaligus meningkatkan peluang perdagangan dan arus investasi.

Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia menyelenggarakan kegiatan Workshop Interaktif dengan tema “How to Conduct Consultations and Surveys; and How to Prepare the Questionnaires and Collect Responses” pada Kamis (12/5) secara virtual dan dibuka secara resmi oleh Kepala BPPP. Kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan kapasitas anggota Tim Pertimbangan Kepentingan Nasional dalam melakukan analisis potensi dampak kebijakan trade remedies terhadap sosial-ekonomi.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memproses perlindungan indikasi geografis (IG) produk tenun ikat yang dimiliki masyarakat dari delapan daerah di provinsi tersebut.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi dari indikasi geografis yang sangat besar. Namun produk indikasi geografis yang mendominasi di Indonesia adalah kopi dan rempah-rempah.

Perwakilan Uni Eropa melalui ARISE Plus Indonesia, Martin Mitov, mengatakan permintaan bahan baku indrustri atsiri Indonesia mengalami peningkatan di Eropa. Untuk itu, sangat dibutuhkan dukungan dan peningkatan kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara Eropa.

Kunjungan Key Expert for EU-Arise + yaitu Mr. Carsten Kudahl and Mr. Arief ke BBIA pada hari Senin, 6 Desember 2021.

Manado, pada tanggal 2 Desember 2021, Dra. Hariani, Apt, Kepala Balai Besar POM Manado menerima kunjungan  dari Tim Tenaga Ahli ARISE + Indonesia  atau ASEAN Regional Integration Support by The European Union (ARISE) Plus Indonesia yang terdiri dari Mr. Carsten Kudahl  asal Denmark dan Bapak Arief Safari asal Indonesia serta perwakilan dari Direktorat Standarisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, melalui Dinas Perdagangan menggelar pertemuan dan sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Indikasi Geografis Batik dan Tenun Nambo. Pertemuan itu dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Luwuk, Rabu 17 November 2021, dengan mengangkat tema  “Dengan Kekayaan Intelektual Menghasilkan Sumber Daya Manusia Yang Kreatif dan Innovatif  Bagi Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah di Kabupaten Banggai”.

Page 7 of 14

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter