News Coverage

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak berbagai pihak mempromosikan produk Indikasi Geografis (IG) seperti kopi Arabika Gayo di pasar global, khususnya Uni Eropa. Menurutnya, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan demi meningkatkan ekspor kopi di tengah tekanan krisis global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan Coffee Week Berbasis Indikasi Geografis (IG) dalam rangka meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap IG. Gelaran ini juga untuk meningkatkan ekspor produk kopi berbasis IG Indonesia ke pasar Eropa khususnya kopi Arabika Gayo.

Kopi Arabika Gayo yang banyak tumbuh di Aceh telah diakui sebagai produk Indikasi Geografis (IG) di Uni Eropa. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan secara maksimal dalam peningkatan nilai tambah, terutama ekspor.

The Trade Ministry launched “Indonesia Coffee Week” on Monday to promote the nation’s beans and boost exports, especially to the European Union (EU), as trade lags during the pandemic. The event aims to market coffee varieties with a Geographical Indication (GI), a designation for products that have a specific region of origin and possess qualities or a reputation related to that region.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak berbagai pihak untuk mempromosikan produk indikasi geografis (IG) seperti kopi arabika gayo di pasar global, khususnya Uni Eropa. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan ekspor kopi di tengah tekanan krisis global.

Indonesia’s trade sector has received its Christmas gift early: The European Union has granted Indonesia Rp 232 billion (US$16.37 million) through a program dubbed ARISE+ Indonesia to improve trade conditions and capacity between 2019 and 2023. “The key objective is to strengthen the export and trade competitiveness of the Indonesian economy and the strategic goals of [Indonesia's] 5-year plan,” EU delegation head for Indonesia, Vincent Piket, told reporters in a press conference in Jakarta on Wednesday.

Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Ekonomi, Bambang Prijambodo, bersama Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, meresmikan proram baru bernama ASEAN Regional Integration Support – Indonesia Trade Support Facility. Program yang disingkat ARISE+ Indonesia itu adalah program hibah 4 tahun bernilai 15 juta euro atau sekitar Rp232 miliar untuk meningkatkan daya saing ekspor serta integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

Uni Eropa (EU) memberikan hibah dana senilai 15 juta euro atau sekitar Rp232 miliar kepada Indonesia, melalui program ASEAN Regional Integration Support – Indonesia Trade Support Facility (ARISE+ Indonesia).

Hubungan kerjasama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa (UE) memanas karena kebijakan UE menerapkan bea masuk atas produk biodiesel minyak sawit. Namun hal ini tidak menyurutkan UE menyalurkan dana hibah bagi Indonesia. Melalui program ASEAN Regional Integration Support-Indonesia Trade Support Facility (ARISE+ Indonesia), UE salurkan hibah bernilai 15 juta euro atau sekitar Rp 232 miliar selama empat tahun.

Indonesia dan Uni Eropa memperkuat kerja sama ekonomi melalui program ASEAN Regional Integration Support-Indonesia Trade Support Facility. Melalui program itu, UE memberikan hibah sebesar 15 juta euro atau Rp232 miliar yang akan disalurkan dalam empat tahun.

Page 10 of 14

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter