Kegiatan

Dalam lingkungan perdagangan global saat ini, bahan referensi memainkan peranan penting. Zat standar ini, yang sifat-sifatnya telah diketahui, sangat penting untuk memastikan hasil pengujian yang akurat dan andal. Mereka memberikan tolok ukur yang konsisten, memastikan prosedur dan standar pengujian selaras di seluruh wilayah dan industri. Bagi pelaku bisnis, materi referensi sangat penting untuk memverifikasi kualitas dan keamanan produk, sehingga membantu mereka mengakses pasar baru dengan percaya diri. Selain itu, dalam bidang penelitian dan pengembangan, mereka berperan penting dalam memvalidasi produk baru dan meningkatkan proses.

Bagi Lilis, Petugas Pengendalian Mutu di Unit Pengolahan Ikan di Makassar, pelatihan Sertifikat Tangkapan (SHTI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) dan didukung oleh ARISE+ Indonesia ditawarkan wawasan dan pengetahuan yang sangat berharga. Hal ini penting karena Lilis yang bertugas memastikan kelengkapan dokumen SHTI sering menghadapi tantangan di lapangan.

ARISE+ Indonesia terus memberikan dukungan yang tiada henti kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam memajukan ekonomi biru Indonesia. Menyusul keberhasilan pengembangan dan peluncuran Indeks Ekonomi Biru Indonesia (IBEI), Training of Trainers (ToT) diselenggarakan pada tanggal 2-4 Oktober 2023 dengan fokus pada perhitungan IBEI. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali tim inti Ekonomi Biru Bappenas dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk penyempurnaan dan pemutakhiran IBEI secara berkelanjutan. Dengan rencana pembaruan dan publikasi tahunan, IBEI siap menjadi alat penting dalam memantau kinerja Ekonomi Biru nasional dan regional di Indonesia.

Ketika negara-negara di seluruh dunia bergulat dengan tantangan yang ditimbulkan oleh dumping dan dampak buruknya terhadap industri lokal, alat yang sederhana namun ampuh untuk menghitung margin dumping dapat menjadi terobosan baru bagi Direktorat Pertahanan Perdagangan (DPP) dan Indonesia. Komite Anti Dumping (KADI) di lingkungan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Walaupun sebagian besar keputusan investasi penting baik dari pemerintah maupun dunia usaha terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kegiatan investasi sebenarnya sering kali cenderung terjadi di luar ibu kota, baik di kawasan industri di Pulau Jawa, atau di pusat bisnis lainnya, seperti di Batam yang letaknya strategis sekitar 30 kilometer dari Singapura.

Indonesia mengintensifkan upayanya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan memenuhi komitmen iklim sekaligus menciptakan peluang investasi yang menguntungkan dalam proyek pembangunan berkelanjutan bagi investor internasional. Dalam pertemuan pemangku kepentingan utama dengan mitra Eropa dari Direktorat Jenderal Kemitraan Internasional (Ditjen INTPA), Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, dan beberapa lembaga keuangan Eropa, Pemerintah Indonesia mempresentasikan dua proyek kendaraan listrik, empat proyek kendaraan listrik, dan empat proyek kendaraan listrik. Inisiatif Kemitraan Swasta dalam pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan infrastruktur, serta proyek sektor swasta dalam pertambangan dan pengolahan mineral berkelanjutan.

Inisiatif pembangunan berkelanjutan di Indonesia dapat memanfaatkan dana dari Uni Eropa melalui European Fund for Sustainable Development Plus (EFSD+). Program ini dijalankan dengan menggunakan mekanisme penjaminan yang bekerja sama dengan lembaga keuangan. Untuk gelombang pertama kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dana jaminan sebesar EUR 1,3 miliar dialokasikan, yang bertujuan untuk memobilisasi dana investasi sebesar EUR 40 miliar. Sektor-sektor potensial yang memenuhi syarat untuk mengajukan pendanaan ini mencakup transisi energi, kota berkelanjutan, dan modal alam yang mencakup kehutanan, pertanian, dan WASH.

Ketika Indonesia menyadari semakin pentingnya perekonomian jasa dan perdagangan jasa, langkah-langkah strategis sedang dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi dan dampaknya terhadap lanskap perekonomian negara.

Dalam upaya untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dan mengatasi Tindakan Non-Tarif (NTM), Kementerian Perdagangan (Kementerian Perdagangan), bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia, telah meluncurkan inisiatif peningkatan kapasitas seri kedua. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian para negosiator dan analis perdagangan dalam Tindakan Non-Tarif (NTMs), yang merupakan bidang penting dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (CEPA) yang sedang berlangsung.

ARISE+ Indonesia yang diwakili oleh Arief Safari, Pakar Senior Infrastruktur Mutu Ekspor, mengikuti rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis, 10 Agustus 2023. Rapat tersebut bertujuan untuk membahas pemetaan data dan informasi keamanan pangan lintas kementerian dan lembaga. Acara yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh perwakilan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) - Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati - Kementerian Pertanian, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan - Badan Pangan Nasional, dan Pusat Informasi dan Data BPOM.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter