Kegiatan

Keberhasilan pengembangan terobosan Sistem Manajemen Kasus (CMS) oleh ARISE+ Indonesia, bekerja sama dengan Koltiva, berfungsi sebagai tonggak penting untuk investigasi perdagangan. Alat inovatif ini, yang dirancang untuk mendukung Kementerian Perdagangan dalam merampingkan dan mengelola proses investigasi perdagangan secara efektif, merupakan perintis sebagai sistem investigasi pemulihan perdagangan pertama di Asia Tenggara.

Delegasi senior dari Kementerian Investasi Indonesia dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sedang melakukan kunjungan studi dan membangun kontak selama dua minggu di seluruh Eropa, yang diatur oleh ARISE+ Indonesia, untuk mengunjungi dan bertemu dengan lembaga dan ekosistem terkemuka dunia untuk investasi.

Pada tanggal 4 Mei 2023, tim ahli infrastruktur kualitas ekspor dari ARISE+ Indonesia melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan studi pra-penilaian ekosistem produksi Kerang Mollusca di Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. Misi pra-penilaian ini bertujuan untuk membangun saluran komunikasi yang efektif dengan perwakilan lokal dan kantor pemerintah, mengevaluasi peternakan produksi untuk kepadatan dan ukuran, memahami tantangan dan kebutuhan, menentukan ruang lingkup program peningkatan kapasitas, dan memastikan kesesuaian kondisi untuk penyampaian pelatihan dan pendampingan.

Indonesia mengarahkan pandangannya untuk memanfaatkan kekuatan transformatif dari Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memacu inovasi di banyak industri. Kunci untuk membuka potensi mereka, bagaimanapun, terletak pada pemanfaatan maksimal mereka oleh bisnis negara, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Investasi merupakan elemen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan integrasi ekonomi internasional. Dengan kerangka kebijakan yang tepat, investasi dapat meningkatkan stabilitas keuangan, mendorong adopsi teknologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia saat ini merupakan ekonomi terbesar keempat di Asia Tenggara dan telah menetapkan visi untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi teratas di dunia pada tahun 2045. Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi kebijakan strategis, termasuk memperkuat kerja sama ekonomi internasional. Dalam kaitan ini, pemerintah harus fokus pada empat bidang utama: memperluas akses pasar dan menarik lebih banyak investasi, meningkatkan daya saing ekonomi domestik, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memperkuat strategi dan koordinasi kelembagaan.

Kajian Percepatan Ekspor yang dilakukan oleh Bappenas dan Center for Economic and Development Studies (CEDS) dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia menemukan bahwa kontribusi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) telah menurun selama dua dekade terakhir.

Metodologi alternatif untuk menghitung biaya logistik aktual diperkenalkan dalam studi terbaru tentang biaya logistik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama dengan Samudera Indonesia Research Initiatives dan didukung oleh ARISE+ Indonesia. Studi memperkirakan biaya logistik di tingkat mikro dan mezzo dengan menganalisis struktur biaya, jenis komoditas, dan transportasi yang digunakan. Studi ini bertujuan untuk mendukung Bappenas dalam mengembangkan kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi biaya logistik Indonesia.

Pada tanggal 15 Maret 2023, Technical Assistance (TA) ARISE+ Indonesia yang pertama mengadakan Pertemuan Penutup untuk Area Prioritas 3, dengan fokus pada Infrastruktur Kualitas Ekspor (EQI). Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk menyajikan gambaran menyeluruh tentang kegiatan yang dilakukan dan pencapaian yang dicapai selama fase implementasi program yang berlangsung dari Februari 2019 hingga Mei 2023.

Kabupaten Jembrana yang terletak di bagian barat daya Bali dikenal secara internasional akan kualitas kakaonya yang tinggi. Kakao Jembrana memiliki reputasi karena pemilihan varietas tanaman yang baik dikombinasikan dengan kondisi geografis yang menguntungkan. Selain itu, petani Jembrana menerapkan subak abian, pengetahuan adat Bali yang diwariskan secara turun-temurun untuk mengelola air untuk pertanian. Berdasarkan prinsip subak abian, misalnya dengan mengadaptasi lanskap dan menanam tanaman lain di lahan kakao, petani dapat mengoptimalkan penggunaan air, menghemat biaya input, mempertahankan karakteristik alami tanah, dan mendapatkan profil rasa dan aroma yang unik.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter